Penjaminan mutu perguruan tinggi adalah proses penetapan dan pemenuhan standar mutu pengelolaan perguruan tinggi secara konsisten dan berkelanjutan, sehingga semua pemangku kepentingan memperoleh kepuasan. Universitas Brawijaya beserta unit kerjanya termasuk di dalamnya PS Fisika telah melakukan sistem penjaminan mutu ini.

PS Fisika berdasarkan Visi, Misi, Tujuan, Sasaran dan Strategi Pencapaian PS Fisika yang telah disusun serta mengacu pada RESTRA dalam menyelenggarakan proses pendidikan harus memenuhi standar mutu pendidikan sehingga menjamin mutu lulusan sesuai dengan kompetensi yang ditetapkan/dijanjikan. Hal ini tentunya harus dilaksanakan secara konsisten dan ditingkatkan secara berkelanjutan. Untuk itu telah dibentuk Tim Unit Jaminan Mutu (UJM) di level Jurusan Fisika, dengan koordinasi dengan Pusat Jaminan Mutu (PJM) di tingkat universitas dan Gugus Jaminan Mutu (GJM) di tingkat fakultas.

Pengelolaan mutu internal di Jurusan Fisika dilakukan secara komprehensif dan terintegrasi dalam sebuah sistem mutu dan pengembangan. Elemen-elemen dari sistem tersebut adalah:

Struktur organisasi jurusan Fisika dirancang untuk mengelola secara efektif sumber daya dan pelayanan maksimal pada stakeholder.

 

stakeholder

Divisi-divisi Pengembangan Mutu merupakan unit-unit yang tergabung dalam unit jaminan mutu (UJM) jurusan Fisika. Divisi-divisi ini secara aktif bekerja untuk melakukan evaluasi internal yang berkelanjutan dan membantu ketua jurusan dalam membuat rencana strategis jurusan baik dalam hal pengembangan dan pranata kelembagaan. Berikut adalah unit-unit pengembangan tersebut:

  1. Divisi Proses Belajar-Mengajar
  2. Divisi Kurikulum dan Standar kompetensi (Atribut)
  3. Divisi Kemahasiswaan
  4. Divisi Penelitian dan Pengembangan
  5. Divisi Hubungan dan Pelayanan Masyarakat
  6. Divisi Informasi dan Basisdata
  7. Divisi Pengembangan Karir dan SDM
  8. Divisi Pengembangan Manajemen & Administrasi

Setiap divisi bertanggung jawab untuk melakukan evaluasi terhadap jurusan secara berkelanjutan sesuai dengan bidangnya masing-masing. Hasil evaluasi internal yang dipadukan dengan evaluasi eksternal/akreditasi lainnya digunakan untuk menyusun rencana strategis jurusan. Berikut adalah contoh alur pengembangan Penelitian secara berkelanjutan.

stakeholder2