Universitas Brawijaya Mengukuhkan Lagi Dua Guru Besar dari Jurusan Fisika

Prof Sukir Maryanto (kanan) merupakan guru besar dalam bidang Vulkanologi dan Geothermal, sedangkan Prof. Arinto Yudi P. Wardoyo adalah guru besar di bidang Ilmu Fisika Lingkungan.
(sumber gambar: https://prasetya.ub.ac.id/berita/UB-Kembali-Lahirkan-Professor-dari-FMIPA-23490-id.html)

 

Oktober (2019) ini menjadi bulan yang penuh prestasi bagi Jurusan Fisika. Setelah dikukuhkannya Prof. Drs. Adi Susilo pada awal Rabu (2/10/2019), M.Si., Ph.D., pada penghujung Oktober, Rabu (30/10/2019) dikukuhkannya dua orang guru besar dari Jurusan Fisika yaitu Prof. Drs. Arinto Yudi Ponco Wardoyo, M.Sc., Ph.D. dalam bidang ilmu Fisika Lingkungan dan Prof. Sukir Maryanto, S.Si., M.Si.,Ph.D. yang merupakan guru besar bidang Vulkanologi dan Geothermal.

Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Drs. Arinto Yudi Ponco Wardoyo, M.Sc., Ph.D. yang berjudul “Biomassa: Emisi Partikulat dan Dampak Kesehatan”, beliau memaparkan mengenai dampak-dampak yang ditimbulkan oleh pembakaran biomassa bagi tubuh. Dalam pembakaran biomassa, akan dihasilkan suatu padatan dan cairan yang tersuspensi di udara dan gas hasil pembakaran biomassa akan terserap oleh tubuh sehingga dapat mengakibatkan kerusakan sel tubuh. Partikulat ultrafine, dapat menembus alveoli sehingga dpat terbawa oleh system peredaraan darah layaknya pengangkutan oksigen oleh darah, sementaa partikulat yang tertinggal di paru-paru dapat berperan dalam pembentukan reactive oxygen series yang menyebabkan terjadinya inflamasi pada paru-paru.

Sementara itu, Prof. Sukir Maryanto, S.Si., M.Si.,Ph.D. menyampaikan orasi ilmiah dalam bidang Vulkanologi dan Geothermal yang berjudul “Pengembangan Sistem Monitoring Terintegrasi untuk Mitigasi dan Eksplorasi  Volcano Hsted Geothermal”. Energi geothermal adalah energi panas yang terkandung dalam fluida air (dalam bentuk uap, cair, atau campuran keduanya) yang berada dalam kedalaman lebih dari 1 kilometer dalam permukaan bumi.

Keberadaan energi geothermal dapat diketahui dengan tanda-tanda yang tampak dipermukaan bumi, seperti mata air panas, semburan uap, lumpur panas, sublimasi belerang, dan batuan ubahan/alterasi akibat pemansan yang dilakukan fluida hidrotermal. Energi geothermal merupakan sumber energi terbarukan yang dapat dimanfaatkan secara langsung (direct use) maupun tidak secara langsung (indirect use). Pemanfaatan energi geothermal secara langsung hanya dpat dilakukan pada lokasi yang dekat dengan sumber panas bumi, misalnya untuk memasak, pengobatan, dan ritual. Di Jawa Timur, terdapat lokasi wisata pemandian air panas yang merupakan manifestasi energi geothermal. Sedangkan, untuk pemanfaatan secara tidak langsung dapat digunakan sebagai pembangkit tenaga listrik.

Beliau juga menjelaskan jika Indonesia memiliki potensi geothermal terbesar yaitu sekitar 40% di dunia, yang mana 80% dari potensi tersbut merupakan Volcano Hosted Geothermal (VHG), yaitu energi geothermal yang terasosiasi dengan gunung api. Maka, selain dilakukan eksplorasi energi geothermal perlu juga dilakukan mitigasi bencana guna pemanfaatan energi geothermal menjadi lebih terjamin keamaanan dan keberlanjutannya. (lihat artikel asli di https://prasetya.ub.ac.id/berita/UB-Kembali-Lahirkan-Professor-dari-FMIPA-23490-id.html)

Close Menu