Laboratorium Geofisika (LabGeo) adalah salah satu laboratorium keilmuan yang berada di bawah Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Brawijaya, (FMIPA UB) di Malang. LabGeo ini didirikan secara resmi pada tahun 1996 berdasarkan SK Rektor Nomor: 032/SK/1996.  Sesuai dengan misi dan visi Jurusan Fisika, FMIPA UB serta Tridarma Perguruan Tinggi, maka kegiatan LabGeo meliputi 3 aspek, yaitu Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada masyarakat.

Dalam  pendidikan, LabGeo melayani praktikum terutama untuk mata kuliah Bidang Minat Geofisika. Juga pelatihan/training ataupun workshop yang menunjang kegiatan mahasiswa. Dalam bidang penelitian, LabGeo mengkoordinasi penelitian-penelitian geofisika yang dilakukan oleh dosen-dosen khususnya di Jurusan Fisika , FMIPA Unibraw. Di bidang Pengabdian pada masyarakat, LabGeo  melayani kebutuhan masyarakat seperti survai geofisika, penelitian yang dilakukan instansi/dosen di luar laboratorium, peminjaman peralatan geofisika, sosialisasi & konsultasi dalam bidang Geofisika, dan sebagainya.

Ruang Lingkup
Geofisika adalah salah satu cabang ilmu kebumian yang meliputi ilmu-ilmu geologi, geodesi, geografi, dan geofisika itu sendiri. Sedang ilmu-ilmu yang tercakup dalam bidang geofisika antara yaitu: geokosmologi, meteorology, oceanografi, hidrologi, geofisika bumi padat dan geofisika lingkungan.

Sesuai dengan namanya, Laboratorium Geofisika mempunyai lingkup geofisika, yaitu suatu cabang ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang berhubungan dengan kegeofisikaan, khususnya geofisika bumi padat. Bidang atau ilmu yang masuk dalam geofisika bumi padat adalah: seismologi, gravitasi, geomagnetisma, geoelektrisitas, tektonofisika, geodinamika, vulkanologi, geothermal, geokosmogoni (asal-usul bumi), dan geokronologi. Dalam hal ini LabGeo lebih menekankan pada aplikasi ilmu-ilmu tersebut, antara lain yaitu: eksplorasi seismik, metode gravitasi, metode magnetik, metode resistivitas, metode selfpotential (SP), metode elektromagnetik, geothermi, geoteknik dan sebagainya.

Bidang-bidang geologi, geodesi, dan geografi, yang juga masuk dalam kelompok ilmu kebumian jelas tidak masuk dalam lingkup Laboratorium Geofisika. Bahkan bidang meteorologi, yang pada dasarnya masuk dalam kelompok geofisikapun bukan merupakan lingkup Laboratorium Geofisika, karena bidang ini secara internasional sudah berkembang menjadi bidang ilmu yang cukup luas.

Seiring dengan perkembangan pemerintahan di Indonesia yang mengarah ke Otonomi Daerah (OTODA), KBK Geofisika berusaha untuk berperan aktif dalam rangka membantu peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), baik pada pemerintahan tingkat propinsi, maupun tingkat daerah kotamadya dan kabupaten melalui penelitian untuk mengetahui kondisi bawah permukaan yang meliputi riset potensi sumberdaya mineral/bahan tambang tipe A, B, maupun C,  pencarian air bawah tanah (ABT), pemetaan FABT, dan  penelitian lainnya untuk mengetahui kondisi bawah permukaan.

Personil
LabGeo Jurusan isika FMIPA UB dipimpin oleh seorang kepala laboratorium dan dibantu oleh seorang laboran atau teknisi. Saat ini LabGeo dikepalai oleh   [insert_php]the_author_meta(‘display_name’, 39);[/insert_php] dengan laboran [insert_php]the_author_meta(‘display_name’, 45);[/insert_php]. Disamping itu juga didukung oleh dosen-dosen Jurusan Fisika FMIPA UB yang tertarik bidang geofisika. Saat ini ada 8 dosen aktif yang mempunyai ketertarikan riset di bidang geofisika. Nama dosen beserta keahliannya dapat dilihat pada tabel 1. Dari 8 dosen, 4 orang berpendidikan S3, 4 orang  berpendidikan S2 (1 orang akan tugas belajar untuk S3 di Australia).

Dosen geofisika dan keahliannya

NO Nama Dosen Keahlian
1 [insert_php]the_author_meta(‘display_name’, 10);[/insert_php] Air tanah & Mangrove, Geofisika eksplorasi
2 [insert_php]the_author_meta(‘display_name’, 41);[/insert_php] **) Geofisika kelistrikan dan medan potensial
3 [insert_php]the_author_meta(‘display_name’,22);[/insert_php] Astrofisika, Geofisika Teori,
4 [insert_php]the_author_meta(‘display_name’, 40);[/insert_php]***) Geofisika kelistrikan
5 [insert_php]the_author_meta(‘display_name’, 19);[/insert_php] Geofisika eksplorasi terpadu
6 [insert_php]the_author_meta(‘display_name’, 23);[/insert_php] Remote sensing & GIS
7 [insert_php]the_author_meta(‘display_name’, 39);[/insert_php]*) Geofisika Gunungapi, Seismologi
8 [insert_php]the_author_meta(‘display_name’, 16);[/insert_php] Instrumentasi Geofisika

*)  Ketua Jurusan Fisika

**)  Ketua KBM Geofisika

***) Kepala Lab. Geofisika

Potensi Unggulan
Peralatan laboratorium, baik perangkat lunak maupun keras serta buku-buku pustaka geofisika di LabGeo Jurusan Fisika FMIPA UB semakin lengkap dan modern dengan didapatkannya  grant TPSDP di Prodi Fisika selama empat tahun secara berturut-turut mulai tahun 2002 sampai dengan 2007 dengan total grand sekitar 12 milyar rupiah.

Disamping potensi peralatan yang memadai, secara geografis, LabGeo Jurusan Fisika FMIPA UB berada di Malang dengan berbagai kondisi geologi, yaitu: pegunungan selatan (southern mountain) dengan berbagai potensi (tambang mineral, lithologi dan struktur geologi kompleks) di sebelah selatan, zona depresi di sebelah utara yang potensi terhadap minyak dan gas bumi, gunungapi (volcano) yang masih aktif (Kelut, Semeru, dan Bromo) yang berjajar dalam solo zone, potensi volcano-geothermal (Ijen, Arjuno, dan Welirang), topografi bervariasi yang rawan longsor, dan pantai selatan yang rawan gelombang pasang serta tsunami merupakan laboratorium alam yang sangat dekat dan dapat dimanfaatkan sewaktu-waktu. Keberadaan laboratorium alam yang lengkap tersebut semakin memperkuat arti penting bagi kontinyuitas aktivitas dan keberadaanLabGeo di Jurusan Fisika FMIPA UB.

Dengan dukungan sarana & prasarana serta sumber daya manusia yang memadai, pengalaman penelitian/riset dari LabGeo dalam rangka pengembangan Sains  dan  peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Identifikasi, Inventarisasi, dan Pemetaan Potensi Sumberdaya Mineral, yang meliputi bahan tambang tipe A, B, dan C.
  2. Pencarian Air Bawah Tanah (ABT), pemetaan ABT, termasuk pembuatan penampang lintang hidrogeologi.
  3. Pembuatan Peta Potensi Daerah melalui GIS (Geographic Information System).
  4. Penyusunan Rencana Pengelolaan Induk (Master Plan) potensi sumberdaya mineral.
  5. Penyusunan DED (Detail Engineering Design) untuk Air Bawah Tanah (ABT).
  6. Penyusunan DED (Detail Engineering Design) untuk pengolahan bahan tambang industri.
  7. Jasa pelayanan data potensi sumberdaya mineral, maupun Air Bawah Tanah melalui bank data kami.
  8. Studi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).
  9. Pemetaan dan mitigasi daerah rawan bencana alam (banjir, tanah longsor dan letusan gunung api), Dan lain-lain.

Di samping itu Laboratorium Geofisika Unibraw telah menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga, antara lain :

  1. Lembaga-lembaga intern Unibraw seperti: Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Fakultas MIPA, Lembaga Penelitian (LEMLIT) dan Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM), dll;
  2. Perusahaan-perusahaan minyak National dan Swasta Asing, seperti Pertamina, Caltex Pacific Indonesia, Petrochina, Conoco, PT Aneka Tambang, Schlumberger, dll.;
  3. Lembaga-lembaga pemerintah seperti Direktorat Vulkanologi, BMG, LIPI, BPPT, dll.
  4. Universitas-universitas dalam negeri, seperti UGM, ITB, UI, ITS, dll.;
  5. Lembaga-lembaga/Universitas di luar negeri, seperti Universitas Kyoto, Univ. Hiroshima, Univ. Hokkaido, James Cook Univ., dll.;
  6. Beberapa organisasi profesi, seperti Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI), Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), Asosiasi Panas bumi Indonesia (API), Society of Exploration Geophysicist (SEG), dll.

Alat Unggulan
Seiring dengan perkembangan pemerintahan di Indonesia yang mengarah ke Otonomi Daerah (OTODA), LabGeo Jurusan Fisika FMIPA berusaha untuk berperan aktif dalam rangka membantu peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), baik pada pemerintahan tingkat propinsi, maupun tingkat daerah kotamadya dan kabupaten melalui penelitian untuk mengetahui kondisi bawah permukaan yang meliputi riset potensi sumberdaya mineral/bahan tambang tipe A, B, maupun C,  pencarian air bawah tanah (ABT), pemetaan ABT, dan  penelitian lainnya untuk mengetahui kondisi bawah permukaan.

Geolistrik Potensial Diri dan GPS: Peralatan untuk mengetahui kondisi bawah permukaan berdasarkan kontras potensial dan peralatan untuk menentukan posisi 3D suatu titik ukur/lokasi.

untuk mengetahui informasi lebih jauh mengenai alat-alat apa saja yang terdapat di Lab. Geofisika Universitas Brawijaya, keterangannya dapat dilihat di link berikut ini:

http://geofisika.ub.ac.id/peralatan-dan-laboratorium

yang merupakan sub menu dari official site Prodi S1 Geofisika UB