Ditulis pada tanggal 28 Juni 2016, oleh DR. Eng. Agus Naba, MT., PhD., pada kategori News

UntitledTerlihat duduk “sendakep” sendirian, Fenda Rizky Pratama untuk yang ketiga kalinya kembali mewakili Jurusan Fisika Universitas Brawijaya dalam ajang ONMIPA 2016 yang diselenggarakan oleh Kemenristek Dikti di Hotel Kartika Chandra Jakarta, 23-26 Mei 2016 lalu. Berbeda dengan kesempatan sebelumnya kali ini Fenda menjadi satu-satunya wakil Fisika UB yang lolos ke dalam 64 besar tingkat nasional. Dengan hanya didampingi oleh Dr. rer. nat. Abdurrouf, mahasiswa yang menyukai Fisika akibat dilarang belajar Filsafat ini telah mengharumkan nama Fisika UB dengan mampu duduk diposisi ke empat dan membawa pulang medali perak.

Telah mengikuti ajang ini sebanyak tiga kali diakui oleh mahasiswa Fisika angkatan 2012 tersebut ada yang berbeda dengan kompetisi tahun ini. Menurutnya tingkat kesulitan soal “agak” diturunkan dan sayang sekali jumlah medali emas dikurangi. Namun diakuinya bahwa cara belajar yang dijalaninya untuk menghadapi event kali ini tidak berbeda dengan cara belajarnya sehari-hari yaitu memperbanyak latihan soal dan membaca sambil ‘ngopi’ serta sering berdiskusi dengan pembimbingnya selama ini, Dr. Abdurrouf. Ketika ditanya apakah karena cara belajarnya yang membuat dia bisa lolos ke tingkat nasional mengalahkan rekan dan adik tingkatnya, pemuda ini menjawab “Itu hanya masalah pengalaman. Banyak adik tingkat yang berpotensi untuk berada di posisinya.”

Ditanya tentang rencana kelulusannya, Fenda mengaku harus lulus pada semester ini karena beasiswanya untuk melanjutkan studi di Universitas Tohoku-Jepang sudah menanti dan dia berharap ketika sudah lulus nanti mampu berkontribusi untuk memajukan generasi Fisikawan Indonesia.

Sukses selalu untuk mas Fenda.