Ditulis pada tanggal 1 Oktober 2015, oleh admin, pada kategori Berita

Kebutuhan energi yang meningkat dari tahun ke tahun, khususnya energi listrik. Hal ini tentunya menimbulkan krisis energi di beberapa negara di berbagai belahan dunia. Hal ini juga dirasakan di Indonesia. PT. PLN (Persero) sebagai pemasok listrik negara, kini baru menargetkan 75,1% di tahun 2013 dan meningkatkan ketersediaan listrik di Indonesia pada angka 83,4% tahun 2016. Target ini tentunya belum memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia secara menyeluruh.

Masalah ini mendasari mahasiswa Fisika dalam mencetuskan gagasan sebagai solusi krisis energi tersebut. Konsep OVORE (One Village One Renewable Energy) ini diusulkan oleh Irwan Syah Erlangga, Herlina Nurazizah, dan Pramudika Alfian Kumara yang saat ini tengah mengikuti PIMNAS ke-28 di Universitas Halu Oleo, Kendari Sulawesi Tenggara.

Konseptor (dari kiri ke kanan) Irwan Syah Erlangga, Herlina Nurazizah, dan Pramudika Alfian Kumara

Konseptor (dari kiri ke kanan) Irwan Syah Erlangga, Herlina Nurazizah, dan Pramudika Alfian Kumara

Menurut mereka, setiap desa setidaknya memiliki satu atau lebih sumber daya alam antara lain batu bara, Coal Bed Methane (CBM), Shale gas, panas bumi, tenaga surya, angin, air, marine energy, dan lain-lain berdasarkan letak geografisnya. Potensi sumber daya alam tersebut seharusnya bisa memenuhi kebutuhan energi desa-desa tersebut bahkan bisa menyuplai desa-desa sekitarnya, khususnya energi listrik. Dalam pengelolaan tenaga listrik ini, terdapat sistem yang dikembangkan untuk mengintegrasikan pengolahan data tenaga listrik yang berbasiskan SCADA.

Ovore Concept

Konsep OVORE dan implementasinya di wilayah pedesaan.

Sistem SCADA atau Supervisory Control and Data Acquisition adalah sistem pengawasan dan pemantauan kontrol terhadap pengiriman dan penerimaan data pada suatu sistem tenaga listrik baik pada sisi pembangkit maupun, transmisi maupun distribusi. Sistem SCADA memudahkan operator untuk memantauan jaringan jarak jauh secara keseluruhan. Hal ini meningkatkan efisiensi dalam pemeliharaan dan perbaikan jaringan listrik.

Konsep ini saat direalisasikan tentunya berdampak baik dalam mengatasi krisis suplai energi listrik. Wilayah pedesaan secara mandiri dapat memenuhi kebutuhannya dan mengurangi ketergantungan PLN sebagai pemasok listrik utama. Konsep ini diharapkan mendapat dukungan positif dari pemerintah maupun pihak investor. Selain itu, masyarakat pedesaan perlu diberi informasi tentang pentingnya konsep ini agar dapat diterima dan diterapkan dikemudian hari.