Ditulis pada tanggal 29 April 2014, oleh KPS S2, pada kategori Kegiatan

Malang, 26 April 2014. Seminar yang diselenggarakan oleh IHAMAFI (Ikatan Himpunan Mahasiswa Fisika Indonesia) dan HIMAFIS UB (Himpunan Mahasiswa Fisika Universitas Brawijaya) bertempat di Gedung Graha Sainta Lantai 3 FMIPA UB. Acara ini dimulai pukul 09.30 WIB, selaku moderator Dr. Sukir Maryanto, Ph.D dan 3 Pemateri yang mewakili kementrian ESDM Ir. Dadan Kusdiyana(Direktur Bioenergi); BPPT(Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi-DEPUTI Bidang Teknologi Informasi, Energi dan Material Bapak Dr. Unggul Priyatno, M.Sc dan Peneliti dan ahli kompor biomassa dari Fisika UB Prof.Dr.rer.nat. M.Nurhuda.

IMG_20140426_093055

Dadan Kusdiyana, pemateri pertama wakil dari kementrian ESDM, menyampaikan bahwa energi merupakan kebutuhan dasar yang menjadi isu nasional. ESDM selaku pemberi ijin dan regulasi antara pemerintah dan pihak terkait memberi ijin atas kegiatan yang terkait dengan bidang energi. Salah satu fenomena yang terjadi saat ini investor banyak datang dari luar negeri karena mereka tertarik dengan potensi alam yang Indonesia miliki. Pertumbuhan penduduk merupakan faktor yang menyebabkan peningkatan kebutuhan energi fosil yang masih menjadi sumber energi utama saat ini. Sehingga diperlukan pengembangan lebih lanjut dengan peran penting Perguruan Tinggi.

Kemudian selanjutnya, Unggul Priyanto menyampaikan materi dengan topik Penerapan Clean Tecnology di Bidang Energi Kelistrikan. Topik tersebut dibagi menjadi 2 garis besar yaitu Pengembangan panas bumi dan smart Gridd. Pengembangan PLTP (Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi) masih dalam skala kecil dan berlokasi di luar pulau Jawa, Bali dan Sumatera dengan alasan kabel transmissi yang belum terpasang di luar daerah. Emisi gas dari PLTP yang masih panas dapat dimanfaatkan sebagai PLTP Binary Cycle untuk memanaskan bioetanol dengan titik didih rendah untuk menjadi uap. Teknologi energi terbarukan haruslah memiliki sistem kontrol yang dapat mengatur pemakaian dan penyimpanan energi listrik secara bergantian, ada beberapa sumber energi terbarukan tidak selaluada setiap saat.

Pemateri terakhir, M.Nurhuda menyampaikan topik mengenai Revitalisasi Energi Baru dan Terbarukan sebagai upaya preventif krisi energi. Beliau menggolongkan 3 isu benar dunia: yang pertama pangan, energi dan lingkungan serta kesehatan. Penggunaan energi terbarukan akan menciotakan ketahanan dan kemandirian energi, menghapus ketergantungan pada BBM Subsisdi fossil dan menggalakkan upaya – upaya konservasi lingkungan. Krisis energi cepat atau lambat krisis energi terjadi dimandi – mana . Kita tinggal memilih menjadi bagian dari pemecah masalah atau bagian dari masalah.

Acara ini diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan Mars IHAMAFI oleh seluruh peserta seminar beserta Cientifico Choir FMIPA. Kemudian sambutan dari Ketua Pelaksana, KAHIM HIMAFIS UB dan Pembukaan oleh PD3 Bapak Darjito selaku wakil dekan FMIPA UB yang berhalangan hadir. Dan beliau berharap kegiatan seminar ini dapat menjadi awal dalam penerapan Clean Technology . Seminar berjalan dua arah, hal ini ditunjukkan oleh moderator yang bersedia dan mempersilahkan pada 3 peserta untuk mengajukan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan materi. Dari materi dan pertanyaan yang di bacarakan moderator menyimpulkan bahwa,”Pencerahan policy, innovation dan scientific” sebagai stimulus awal dalam pengembangan clean technology.