Ditulis pada tanggal 12 Oktober 2014, oleh Astronomical Physics Club, pada kategori Kegiatan

Menyikapi terjadinya fenomena gerhana bulan, pada 8 oktober2014 kemarin, tim physic astronomy club (APC) mengadakan pengamatan di Masjid Raden Fatah lantai tiga UB, pengamatan di mulai pada 17.50 hingga 19.40 WIB, pada pengamatan ini, tim apc berhasil mengabadikan gerhana bulan. Gerhana yang terjadi Rabu ita adalah gerhana bulan total (GHT), berdasarkan Wikipedia, gerhana bulan terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi. Itu terjadi bila bumi berada di antara matahari dan bulan pada satu garis lurus yang sama, sehingga sinar Matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalangi oleh bumi. Dengan penjelasan lain, gerhana bulan muncul bila bulan sedang beroposisi dengan matahari. Tetapi karena kemiringan bidang orbit bulan terhadap bidang ekliptika sebesar 5°, maka tidak setiap oposisi bulan dengan Matahari akan mengakibatkan terjadinya gerhana bulan. Perpotongan bidang orbit bulan dengan bidang ekliptika akan memunculkan 2 buah titik potong yang disebut node, yaitu titik di mana bulan memotong bidang ekliptika. Gerhana bulan ini akan terjadi saat bulan beroposisi pada node tersebut. Bulan membutuhkan waktu 29,53 hari untuk bergerak dari satu titik oposisi ke titik oposisi lainnya. Maka seharusnya, jika terjadi gerhana bulan, akan diikuti dengan gerhana Matahari karena kedua node tersebut terletak pada garis yang menghubungkan antara Matahari dengan bumi.

2014-10-08 18.37.39 2014-10-08 18.37.44

Sebenarnya, pada peristiwa gerhana bulan, seringkali bulan masih dapat terlihat. Ini dikarenakan masih adanya sinar Matahari yang dibelokkan ke arah bulan oleh atmosfer bumi. Dan kebanyakan sinar yang dibelokkan ini memiliki spektrum cahaya merah. Itulah sebabnya pada saat gerhana bulan, bulan akan tampak berwarna gelap, bisa berwarna merah tembaga, jingga, ataupun coklat.
Pada gerhana kali ini, terjadi gerhana total, gerhana ini terjadi ketika bulan tepat berada pada daerah umbra. Bulan sepenuhnya tertutup oleh bumi dan tidak bisa menerima pantulan sinar matahari. Sisi menarik dari gerhana yang berlngsung kali ini adalah gerhana kali ini merupakan jenis gerhana bulan total (GHT) tetrad, bersumber dari salah satu website astronomi, langit selatan, Gerhana Bulan tetrad adalah seri gerhana yang terdiri dari empat gerhana Bulan total berturut-turut. Gerhana pertama telah terjadi pada 15 April 2014 lalu, sedangkan gerhana selanjutnya akan terjadi pada 1 April dan 28 September 2015.
Gerhana tetrad adalah fenomena langka. Dari tahun 2001-3000, hanya akan ada 32 gerhana Bulan tetrad. Gerhana Bulan tetrad setelah kali ini akan terjadi 18 tahun lagi, yaitu pada tahun 2032 dan 2033.
Keistimewaan lain dari gerhana ini adalah bahwa gerhana ini terjadi ketika matahari terbenam, peristiwa ini di sebut denganfenomena solenoid, Bulan sudah akan menunjukkan warna merah darah di ufuk timur ketika terbit. Sedangkan Matahari baru akan tenggelam 3 menit setelah Bulan terbit sehingga cahaya senja dan piringan Matahari yang kemerahan juga masih akan terlihat.

Related link:

Ayo Saksikan Gerhana Bulan Total 8 Oktober 2014


http://id.wikipedia.org/wiki/Gerhana_bulan